Coretan Tanpa Makna




Aku tidak menyembunyikan hati, hanya menyimpan sejenak untuk menyelamatkannya dari luka hati.

Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
6:14 am, reblogged by diantinics
permalink




karenapuisiituindah:

Bila kenangan sempat mengaduk-aduk perasaan, ingatkan lagi dirimu akan alasan mengapa dulu kau tak menggenggamnya erat dalam tangan.
- Tia Setiawati Priatna

karenapuisiituindah:

Bila kenangan sempat mengaduk-aduk perasaan,
ingatkan lagi dirimu akan alasan mengapa dulu kau tak menggenggamnya erat dalam tangan.

- Tia Setiawati Priatna

6:12 am, reblogged by diantinics
permalink





Mengecewakan seseorang, mungkin adalah caramu untuk berucap ‘bukan aku, yang akan menjadi pendamping hidup setiamu’.

Tia Setiawati Priatna

(Source: karenapuisiituindah)

6:10 am, reblogged by diantinics
permalink





Tunggu lah aku, sampai keyakinan tiba, di masing-masing hati kita.

Tia Setiawati Priatna

(Source: karenapuisiituindah)

6:08 am, reblogged by diantinics
permalink




Betapa aku tahu, rindu tak pernah sesederhana jarak jauh. 
Ia akan senantiasa berteriak, tak peduli jarak apalagi waktu.
- Tia Setiawati Priatna

Betapa aku tahu, rindu tak pernah sesederhana jarak jauh. 

Ia akan senantiasa berteriak, tak peduli jarak apalagi waktu.

- Tia Setiawati Priatna

(Source: karenapuisiituindah)

6:01 am, reblogged by diantinics
permalink




anamrufisa:

Indonesia Mengajar

10:20 am, reblogged by diantinics
permalink




anamrufisa:

Surat 1 tahun yang lalu, aku temukan di selipan buku.

“Ya Tuhan, aku mengenal-Mu dalam ujian yang aku hadapi. Izinkan, Tuhan… kepuasan-Mu menjadi kepuasanku. Semoga aku menjadi kegembiraan-Mu, kegembiraan yang dilihat seorang ayah pada anaknya…

Semoga aku mengingat-Mu dengan keikhlasan dan tawakal, walaupun aku sulit mengatakan bahwa aku mencintai-Mu…”

11-1-11

dengan cinta,

Hamba-Mu.

tiba-tiba mau nangis :’(

10:13 am, reblogged by diantinics
permalink




anamrufisa:

catatanbesarku:

memilukan hati. kecil kecil udah pinter ngacungin jari tengah.

semoga aja nenek nenek itu bukan malaikat yang menyamar

Ya Allah… kalau sudah begini jangan salahkan guru atau orang tua… mungkin karena terlalu sering TV menyala di rumahnya.

sedih melihatnya :(

(Source: vsandmore)

10:13 am, reblogged by diantinics
permalink





Hai punggung, kau lelah ya? Semoga kau mau bersabar hingga nanti. Kamu tidak sendiri kok, si kaki dan si tangan jauh lebih sibuk. Pokoknya nanti akan tumbuh bunga yang indah. Si lelah akan pindah, dan senyuman akan membawamu terbang ke tempat yang lebih cerah… Sekarang, berjuanglah!

15 Maret 2012 (via anamrufisa)
10:09 am, reblogged by diantinics
permalink




Ana M Rufisa :): terbanglah... dan teruskan perjuangan...

anamrufisa:

Dandelion, aku selalu suka bunga ilalang sederhana ini, karena ia mewakili sedikit banyak visiku tentang hidup… Dandelion, bunga yang memang tidak seindah mawar, tidak seharum melati, tidak sekokoh kaktus, tapi ia berani dan tangguh.

Pernahkan kalian perhatikan, segerombolan jentik halus…

10:06 am, reblogged by diantinics
permalink